Pontianak ,infokalbar.com

Sistem Perbankan yang sudah semakin canggih semestinya mendorong sistem manajemen perbankan semakin mudah, namun sebaliknya di Sistem Bank Rakyat Indonesia dimana sistem yang sangat rumit dan ribet terutama bagi nasabah pebisnis yang menggunakan BRI sebagai bank fasilitator.

Koordinator Lembaga TINDAK INDONESIA menelusuri di kantor Bank Rakyat Indonesia unit sungai jawi dengan tujuan meminta untuk pembaharuan kartu ATM karena rusak, namun oleh pihak petugas BRI mengatakan bisa dilakukan dimana kartu ATM tersebut dibuat dan tidak bisa di minta di kantor BRI lainnya, disinilah rancu dan ribetnya sistem yang semestinya dapat memudahkan nasabah namun justru merepotkan nasabah, apalagi menurut koordinator lembaga TINDAK INDONESIA ada nasabah yang berstatus pebisnis yang melakukan kegiatannya keliling indonesia, maka disaat kartu ATM nasabah tersebut rusak atau hilang maka di haruskan kembali ketempat asal dimana nasabah tersebut membuat kartu ATM dengan membawa buku tabungan, maka cukup bisa di bayangkan kalau posisi nasabah berada di tempat lain sedangkan butuh cepat menggunakan fasitas BRI tersebut.

Semestinya kondisi sistem perbankan yang sudah canggih dan mudah dengan fasilitasnya seindonesia karena hal itulah yang sangat di butuhkan oleh nasabah BRI, namun saat ini fasilitas tersebut jauh panggang dari api, oleh karena hal hal prinsip dan penting yang mestinya dapat di gunakan secepatnya oleh para nasabah akhirnya menjadi terganggu oleh sistem BRI yang masih konvensional dan merugikan tersebut.

Nasabah BRI bernama yayat kesal karena bahasa dari petugas antrian yang mengatakan bahwa perbedaan sistem yang diterapkan di BRI berbeda dengan Bank Bank pemerintah lainnya, walaupun sama sama pada posisi Bank pemerintah.

( Wans )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here