Sambas -info-kalbar.com

Persatuan Orang Melayu (POM) Kabupaten Sambas melakukan aksi sosial menyambangi rumah kediaman warga dengan kondisi sudah tidak layak huni, di pimpin oleh Long Erik sebagai koordinator lapangan, tim bersilaturahmi sekaligus melakukan investigasi langsung dengan warga si pemilik rumah guna mengetahui secara lengkap informasi terkait warga bersangkutan. Kamis (8/8/2019)

Tim yang di Pimpin Long Erik tersebut kali ini mengunjungi kediaman Pak Budiman, ia adalah warga Desa Serumpun Buluh Kec. Tebas. Pria paruh baya ini harus pasrah menerima kenyataan hidup dengan tinggal di rumahnya yang sudah rusak parah. Sehari – hari Beliau bekerja sebagai petani dengan hasil hanya cukup buat makan dan biaya jajan anaknya. Berdasarkan pantauan langsung rumah pak Budiman berukuan sekitar 5 x 6 Meter dengan dinding dan lantai dari papan yang sudah rapuh karena termakan usia, beratap daun yang juga sudah rusak parah sehingga mengalami kebocoran berbagai areal dalam rumah ketika hujan. Disutalah ia bersama anggota keluargannya berlindung dari panas dan hujan.

Ketika dihubungi awak media. Koordinator Lapangan, Long Erik mengatakan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk berjuang membantu Pak Budiman, ia juga mengajak berbagai pihak untuk tingkatkan kepedulian serta bahu membahu memberantas ketimpangan sosial yang terjadi di Wilayah Kabupaten Sambas dan sekitarnya. Menurutnya masih ada warga – warga lain yang bernasib seperti Pak Budiman

” Insya allah minggu ini sudah mau direalisasikan bantuan untuk beliau ” Ujar Long Erik

Di media sosial, perihal kondisi Pak Budiman ini sudah di posting oleh akun FB dengan nama Shnd di Grup Sambas Informasi.

Dalam postingannya beliau menampilkan foto – foto kondisi rumah dan menuliskan caption bernada mengingatkan tentang penyaluran sebuah bantuan yang harus lebih diteliti keakuratannya sehingga merata dan tepat sasaran.

” Salah satu kondisi warga miskin di Desa Serumpun Buluh. Pak Budiman. Tidak mendapat bantuan dari program PKH, Program Bedah Rumah, anak beliau berprestasi disekolah dasar tidak mendapat bantuan kartu Indonesia pintar. Mohon perhatian dari pemerintah Kabupaten Sambas terhadap kondisi tersebut “. Begitu tulisan akun tersebut

Di tengah kondisi serba kekurangan Pak Budiman tetap tabah dan semangat menjalani kehidupan hari – harinya bersama keluarga tercinta, dibenaknya mungkin terpikir ingin memperbaiki kondisi hunianya hingga layak, tetapi apa daya, keterbatasan memaksanya untuk memilih jalan sabar.

Bertepatan dengan perayaan peringatan hari jadi Sambas ke 388 tentu hal ini menjadi kado terindah untuk semua pihak terutama para pejabat daerah, para tokoh dan para aktivis untuk mencari solusi terbaik untuk membantu warga kurang mampu yang membutuhkan uluran tangan sesama.

( Azmi / Wans )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here