KETAPANG – infokalbar.com

Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto melalui Anggota Unit Tipikor Polres Ketapang, Aiptu Manurung, mengaku kasus dugaan korupsi Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Tanjung Pasar, Kecamatan Muara Pawan terungkap atas adanya informasi awal dari masyarakat yang kemudian dilakukan penyelidikan oleh pihaknya.

“Dari hasil penyelidikan ditemukan adanya penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan tersangka dengan melakukan pembayaran pekerjaan tahun 2016 menggunakan anggaran tahun 2017.”

“Selain itu setelah diselidiki lebih lanjut ditemukan adanya 3 pembangunan fiktif atau tidak dilaksanakan diantaranya pembangunan jembatan, rehab jalan rambat beton serta rehab gedung serbaguna yang laporan mereka untuk pencairan 100% pekerjaan itu selesai,” kata Manurung, Kamis (28/11/2019).

Pemkab Ketapang Maksimalkan Peran Inspektorat dalam Pengawasan Dana Desa

Selain itu, juga ada sejumlah uang yang tidak di silpakan namun dipegang oleh Pj Kepala Desa yang dipegang oleh tersangka dengan alasan untuk membeli bahan-bahan guna keperluan pembangunan.

“Setelah di periksa oleh saksi ahli diketahui jumlah kerugian akibat perbuatan para tersangka mencapai Rp 689 juta,” terangnya.
Polres Ketapang Limpahkan
Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang menerima tahap 2 atau penyerahan tersangka yakni mantan Pj Kepala Desa (Kades) dan Bendahara Desa Tanjung Pasar, Kecamatan Muara Pawan serta barang bukti dari Polres Ketapang.

Pelimpahan tersebut terkait kasus dugaan korupsi Dasa Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).
Keduanya diduga melakukan korupsi yang merugikan negara hingga mencapai Rp 689 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang melalui Kasi Intel Kejari Ketapang, Agus Supriyanto membenarkan pihaknya pada Kamis (28/11/2019) telah menerima tahap dua atau penyerahan tersangka dan barang bukti dari Polres Ketapang.

( Bambang ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here