Sukabumi-info-kalbar.com

Akibat terpaan angin puting beliung yang terjadi di Kota Sukabumi pada hari Jumat (22/2) lalu menyebabkan beberapa kerusakan di Kelurahan Cipanengah, Karang Tengah dan Limusnunggal, Kota Sukabumi. Puluhan rumah terdampak sejumlah pohon pun tumbang tersapu angin tersebut sehingga menimbulkan kerugian yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

“Di RW 02, Kelurahan Cipanengah sedikitnya 40 rumah terdampak,rata -rata dalam peristiwa tersebut atap dari rumah warga mengalami kerusakan. Bahkan di wilayah tersebut ada rumah warga yang tertimpa pohon durian yang tumbang akibat di terjang angin puting beliung,”kata Kasi cegah siaga BPBD Kota Sukabumi,Sabtu24/2.

Terpaan angin puting beliung tersebut juga melanda halaman Gedung Korpri Kota Sukabumi dan menumbangkan pohon karet yang berdimensi 150 centimeter yang posisinya tidak jauh dari tempat terhempasnya atap kios bakso Mas Faiz yang terbuat dari baja ringan ukuran 10×10 meter di Jl. Pelabuhan II KM.

Selain itu sebuah benteng tinggi 20x 10 meter di Kampung Situ Awi, RT 02 RW 02, Kelurahan Karang Tengah yang rencananya akan dibangun untuk rumah sakit spesial penyakit dalam juga jebol pada pukul 20:30 WIB dan menutup aliran sungai ciseupan sehingga membanjiri lima unit rumah warga beserta satu unit bangunan SLB dan berisiko terjadinya longsoran disekitar kawasan tersebut.

“Untuk menangani hal itu BPBD dan warga setempat bergotong royong selama enam jam berjibaku membuatkan aliran air semacan got agar air lancar terbuang dan mengalir, sedangkan evakuasi bongkahan bangunan yang besar yang roboh akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pemilik bangunan dan SKPD teknis yg mempunyai armada alat berat seperti eskavator.”ujarnya

Menyusul serumpun pohon bambu yg tertanam di aliran sungai Cibitung berlokasi Rt 01 RW 03, Ciseupan, Kelurahan Limus Nunggal, tumbang dan menimpa bangunan salah satu asrama santri Sekolah Islam Terpadu Al Izzah yang menyebabkan gingsol dan atap nya rusak berat.

“Satgas BPBD mulai menangani dari tanggal (22/2) pukul 09:00 pagi berupa memotong dan memindahkan bambu tersebut dari atap asrama karena mengancam keselamatan warga pesantren, rangkaian peristiwa yg terjadi sore (22/2) dibutuhkan bantuan Tim Reaksi Cepat dari SKPD untuk memulihkannya supaya kondisinya kembali baik dan aman,”pungkasnya

( Wans / Ois )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here