Polda Kalbar beberapa hari yang lalu di kunjungi oleh anggota Koperasi Abuh Kitai dari dusun pedian desa serian kabupaten Sintang yang terdiri dari Nandi dan Alen dibawa oleh Yohanes amlan investigator lembaga TINDAK ( Tim Investigasi dan Analisis Korupsi ) INDONESIA bertujuan untuk melakukan shearing dengan kabid Humas Polda Kalbar, namun sayangnya Kabid Humas Polda Kalbar lagi bertugas ke Jakarta.
Kedatangan Nandi dan Alen ke Polda kalbar adalah mewakili seluruh anggota koperasi Abuh Kitai dari pedian yang selama ini merasa di kecewakan oleh perlakuan sewenangnya koperasi Abuh Kitai binaan PT Plamindo Lestari dalam memberikan hasil plasma kepada masyarakat pedian, sehingga terjadi nya pengambilan buah sawit secara massal.
Dalam aksi pengambilan atau panen massal buah yang dilakukan oleh masyarakat pedian yang tergabung di koperasi Abuh Kitai binaan PT Plamindo Lestari saat ditelusuri langsung ke lokasi oleh yohanes amlan investigator lembaga TINDAK INDONESIA menemukan bahwa panen yang dilakukan oleh masyarakat pedian adalah bentuk kekecewaan atas perlakuan PT plamindo Lestari yang tidak benar dalam membagikan duit hasil plasma, terutama terkait uang plasma yang diterima tidak sesuai dan molor waktu penerimaan nya, oleh karena itu masyarakat pedian minta di lakukan nya Audit atas kredit plasma yang selama ini tidak pernah diketahui mereka.
Anggota koperasi Abuh Kitai Menurut keterangan Nandi dan Alen mengatakan bahwa yang semestinya bagi hasilnya 20%-80%, sementara yang 20% adalah hak plasma yang diterima secara utuh dan tepat waktu namun kenyataannya hasil terimanya tidak utuh dan tidak tepat waktu, apalagi setelah diketahui oleh masyarakat bahwa adanya lagi beban hutang kredit BNI yang ditanggung masyarakat, sehingga luapan kekecewaan masyarakat menjadi ber wujud pengambilan buah sawit secara massal. ( Tim )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here