Melawi ,info-kalbar.com

Pekerjaan Proyek Embung di Kabupaten Melawi ,tepatnya di Desa Bayur Raya Kecamatan Pinoh Selatan Tidak Beres .Padahal Kementrian Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air ,,Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak.Telah mengalokasikan Anggaran untuk Proyek Embung tersebut dengan menghabiskan anggaran Puluhan Milyard Rupiah .Yakni dimulai pada Tahun Anggaran 2014 sebesar Rp .2 Milyard ,dan pada Tahun Anggaran 2015 dianggarkan kembali dengan nilai sebesar Rp. 19 Milyard ,dan pada Tahun Anggaran 2018 dianggarkan kembali dengan nilai sebesar Rp. 2 Milyard ,bahkan pada Tahun Anggaran 2020 ,Pemerintah kembali mengganggarkan sebesar Rp.3,9 Milyard.Tapi Proyek Pekerjaan Embung diduga masih belum bisa diselesaikan dan sulit untuk dapat digunakan sebagaimana yang direncanakan .Hasil investigasi Hery Harjomo SE Koordinator LP.KPK Kab.Melawi dan beberapa Media seperti dari Media Sidik kasus ,Media Kabar dan Infokalbar di lapangan sabtu 17 / 10 yang turun langsung ke lokasi proyek Pekerjaan Embung ,hanya bisa menemukan para kerja dan kepala tukang.Ketika menemui kepala tukang bernama Karyono saat di tanya tentang pekerjaan beliau enggan berbicara banyak dia menyampaikan hanya mengerjakan dinding pengaman dan memperbaiki kebocoran pungkasnya.

Ketika ditanya apakah consultan pengawas dan pengawasan dari BWS stanby di lapangan…? Karyono mengatakan kadang ada tapi beberapa hari ini lagi ke pontianak ucapnya.

Selain itu di lapangan pekerjaan tersebut terkesan di tutup tutupi.Sebab tidak di temukan detail gambar kontruksi(shop drawing) di pasang di board imformasi.
Ketika menanyakan gambar detailnya mana..? pengawas dari perusahaan kontraktor pelaksana hanya bisa berkata oh ya pak gambarnya ketinggalan paparnya.Melihat ada kejanggalan dalam pengecoran lantai kerja tersebut.
Sebab ditemukan pengecoran bercampur dengan lumpur.Maka dari itu menduga pekerjaan proyek yang telah menghabiskan dana sebesar puluhan Milyard tersebut diduga tidak sesuai dengan kontrak dan minimnya pengawasannya.Padahal kegiatan konstruksi merupakan rangkaian kegiatan yang menghasilkan suatu konstruksi atau bagian dari konstruksi sesuai dengan tujuan.Yang menjadi tujuan penggunaan proses manajemen pada kegiatan konstruksi, adalah agar hasil pelaksanaan sama denga rancangan proyek tersebut, antara lain:Bisa Tepat waktu , Biaya yang digunakan sesuai dengan rencana atau masih dalam batas
anggaran yang telah ditentukan ,Kualitas hasil pelaksanaan sesuai dengan persyaratan danProses pelaksanaan dapat berjalan lancar dan baik .

Hery Harjomo SE selaku koordinator LP.KPK Kab.Melawi ,meminta kepada Aparat Penegak Hukum ,baik kejaksaan ataupun kepolisian di Wilayah Hukum Kalimantan Barat ,dapat segera melakukan tindakan terhadap kontraktor pelaksana dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Proyek Embung di Kab Melawi ,karena kuat dugaan dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati antara kontraktor pelaksana dengan Dinas PUPR .

Sementara Kontraktor Pelaksana dari CV.Rizki Era Mandiri ,sampai berita ini di Publis belum dapat dihubungi ,untuk diminta keterangan dan Komfirmasi nya mengenai pekerjaan yang dilaksanakan nya.
Begitu juga dari pihak Dinas PU dan Perumahan Rakyat ,Direktorat Jenderal Sumber Daya Air ,Balai Wilayah Sungai I Pontianak .
Belum dapat diminta keterangan dan komfirmsinya dikarenakan hampir tidak pernah ketemu di lokasi pekerjaan.

( Jumain /Hery / Wan Daly S )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here