KETAPANG ,info-kalbar.com

Terjadi pencabulan terhadap anak dibawah umur yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) oleh oknum guru sekolah dasar negeri berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di Kecamatan Delta Pawan.

Oknum guru ini inisial HI (33 Tahun) diduga melakukan pencabulan terhadap muridnya sendiri inisial KP (13 Tahun).

Bejatnya, aksi HI tidak hanya kepada KP belaka melainkan kepada 9 murid lainnya juga menjadi korban dari ulah HI.

Kapolres Ketapang, AKBP Yuri Nurhidayat melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto mengakatan pelaku merupakan seorang oknum guru PNS di Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Delta Pawan.

Dari hasil pemeriksaan, aksi pelaku ternyata telah dilakukan sejak 2015 saat korban masih duduk di kelas 4 SD.

” Kejadian sudah sejak 2015 dan dilakukan pelaku secara berulang – ulang kali sampai korban tamat sekolah, bahkan terkahir pada tanggal 25 Agustus 2019 pelaku kembali melakukannya kembali kepada korban “. Kata Kasat.

Eko menjelaskan, HI pertama kali melakukan aksinya terhadap KP dengan modus mengajak korban ke ruang kepala sekolah untuk mencoba sepatu. Saat duduk berhadapan tersebut HI mengangkat kaki kiri korban dan menekankan ya ke bagian alat vitalnya.

” Setelah melakukan aksinya HI memberi uang bahkan handphone ke korban “. ujarnya

Ditambahkan, kasus pencabulan yang dilakukan tersangka terbilang cukup aneh dan baru.

” seperti ada kelainan, lantaran melampiaskan keinginannya dengan menempelkan alat vital ke sela jari kaki korbanya dan tidak ke bagian lain “. Kata AKP Eko.

Berdasarkan rilis resmi dari Kepolisian, kasus pencabulan ini terungkap setelah orang tua korban melaporkan ke Polres Ketapang.

Mendapat laporan, Aparat kepolisian langsung meringkus pelaku di kediamannya di Kecamatan Delta Pawan pada selasa, 27 Agustus 2019 sekitar pukul 18.00 WIB

Sampai saat ini dari pengakuan tersangka sendiri setidaknya ada sembilan korban lain yakni R, D, Y, D, E, D, W, S, SG yang merupakan anak muridnya yang dilakukan hal serupa dengan waktu dan tempat yang berbeda.

Pelaku melanggar Pasal 81 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 82 Jo 76 D dan atau Pasal 76 E Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014.

Tentang perubahan Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun penjara.

(AZ / Wans )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here