Sambas,info-kalbar.com

Pertemuan selasa 15 Oktober 2019 di Aula Kantor Pertanahan Kabupaten Sambas antara masyarakat Desa Madak dengan pihak PT Karya Boga Mitra serta PT Karya Boga Kusuma yang di fasilitasi oleh BPN Sambas dalam rangka penyelesaian perihal tanah adat yang didalamnya terdapat Perkampungan, Pemukiman, dan perkuburan adat tidak dapat di sertifikasi melalui Program Redistribusi Tanah karena masuk dalam lokasi HGU sebagaimana tertuang Dalam surat Sdr Asindi ( Investigator lembaga TINDAK INDONESIA ) kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor .01/03/PR HGU/III/2019 tanggal 11 Maret 2019.

Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh BPN Kabupaten Sambas yang juga dihadiri oleh masyarakat Desa Madak dimana pernyataan dari pihak Perusahaan pemegang HGU bersedia menyerahkan semua lahan sesuai dengan yang termaktub didalam surat permohonan kemudian Pihak Perusahaan bersama dengan BPN serta diikuti oleh Asindi ( bersama masyarakat ) melakukan pengukuran.

Kegiatan pengukuran difasilitasi oleh BPN yang ditunggu tunggu oleh masyarakat madak telah dilakukan pada 22 Oktober lalu berjalan dengan lancar dan diikuti oleh masyarakat terdiri dari Kadat, Pj Desa Madak, Kadus prajo, BPD, tokoh masyarakat sedangkan pihak Perusahaan diwakili oleh Gideon dan Elonam.

Kesepakatan antara pihak masyarakat dengan pihak perusahaan garis besarnya bahwa pihak perusahaan siap merevisi HGU nya sesuai dengan kesepakatan pembahasan yang difasilitasi oleh BPN Kabupaten Sambas, sehingga Hasil Rapat sudah menemukan titik temu terkait dengan permohonan Revisi HGU perusahaan dimana pihak perusahaan segera melakukan identifikasi yang akan di serahkan kepada BPN selaku fasilitator.

Harapan masyarakat Desa Madak bahwa perusahaan untuk ringan tangan segera mendukung Revisi sedangkan kami Pihak masyarakat selalu mendukung perusahaan jika perusahaan ikut membantu masyarakat demikian kata Gideon Galian

( Wans )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here