Kubu Raya ,info-kalbar.com

Informasi yang di terima oleh lembaga TINDAK INDONESIA terkait laporan adanya dugaan kuat proyek pengadaan bibit ikan senilai total Rp 1.012.187.000 tahun 2019 kabupaten Kubu Raya di curangi.

Lembaga TINDAK INDONESIA segera melakukan analisa secara yuridis yang akan di paduserasikan dengan hasil konfirmasi yang dilakukan oleh Investigasi, bahwa pengakuan yang dihimpun tidak singkron dengan kenyataannya, terutama terkait bibit yang tidak sesuai dengan ukuran dan jumlah kelompok penerima yang kemudian dirubah.

Penelusuran investigator ini menemui pihak yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan bahwa bibit ikan dari rekanan dipatok dengan harga Rp 250 per ekor sedangkan harga riilnya sesuai kontrak Rp 724 per ekor setelah di potong ppn, dalam hal ini menurut sumber informasi bahwa proyek pengadaan bibit diatur secara langsung oleh yoga, ukuran ikan yang semestinya 7 – 8 cm namun yang di salurkan ukuran ikan 3 – 5 cm dan ikan ikan yang disalurkan kepada 19 kelompok yang kemudian di addendum menjadi 17 kelompok dan rata rata 50% keadaannya mati.

Koordinator lembaga TINDAK INDONESIA YAYAT DARMAWI,SE,MH membenarkan adanya informasi valid yang diterima nya dalam bentuk Verbal atau dokumen tertulis terkait adanya dugaan perbuatan curang di proyek pengadaan bibit ikan via satker Dinas Perikanan kabupaten kubu raya DAK tahun 2019 dengan PPK nya Yoga Paksi.

Menurut Yayat dengan tegas mengatakan telah Adanya unsur unsur perbuatan melawan hukum secara nyata yang telah terjadi di proyek pengadaan bibit ikan yang bersumber dari DAK, dalam hal ini yayat akan memerintahkan investigator yuridisnya guna untuk melakukan kesimpulan investigasi dan verifikasi yuridis agar dapat segera di lakukan uji secara yuridis untuk pemberkasan di ranah pemberantasan korupsi.

Sementara Yoga Faksi ,selaku PPK Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya sampaibberita ini di Publis ,nelum dapat dikomfirmasi.

( Wans ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here