Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Menyambut hangat Rencana Kerja DRB Kalbar 2018 Menggunakan situs Wisata Sintang dalam Portal Rumah Belajar
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sintang , Ibu Dr. Hendrika menerima dengan hangat dan ramah silahturahmi Duta Rumah Belajar Kalimantan Barat (DRB Kalbar) 2018 ibu Rufina Sekunda, S.Pd. di Kantor Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sintang pada hari selasa, 12 Maret 2019.
Pada kesempatan yang berbahagia ini kedatangan DRB Kalbar 2018 menghadap Kadisporapar adalah untuk meminta ijin untuk menggunakan materi content wisata Kabuapten Sintang dalam beberapa fitur pembelajaran, mensosialisasikan keberadaan portal Rumah Belajar pada situs Https://belajar.kemdikbud.go.id yang merupakan Fitur pembelajaran online milik Pustekkom Kementrian Pendidikan dan kebudayaan.
Duta Rumah Belajar Kalbar 2018 Rufina Sekunda, S.Pd memaparkan niatnya untuk menggunakan situs wisata yang ada di Kabupaten Sintang sebagai content belajar dalam Rumah belajar. Hal ini tentu saja selaras dengan muatan pada prinsip-prinsip Kurikulum 2013 dan pembelajaran abad 21 dimana budaya, pariwisata dan kearifan lokal menjadi konten favorit dengan tujuan mengexplorasi, promosi, dan yang paling utama menjaga kelestarian dari budaya dan kearifan local daerah tersebut dalam hal ini Kabupaten Sintang Propinsi Kalimantan Barat.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sintang , Ibu Dr. Hendrika menyampaikan bahwa beliau sangat mengapresiasi penggunaan materi wisata Sintang pada content Rumah Belajar, yang mana merupakan wujud kerja nyata Masyarakat Indonesia. Selain itu Ibu Dr. Hendrika berharap Duta Rumah Belajar Kalbar dapat bekerjasama dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) 13 Kabupaten/kota yang ada di propinsi Kalimantan Barat, agar sinergis dan Pariwisata Kalimantan barat dapat bermanfaat, dikenal dan berguna bagi seluruh orang yang mengakses Rumah Belajar. Beliau juga menambahkan perlu dukungan dari Pemerintah daerah, serta Dinas terkait dari 14 Kabuapten kota yang ada di Propinsi Kalimantan Barat agar keberadaan Rumah Belajar yang menurut beliau merupakan fitur pembelajaran kekinian dapat benar-benar maksimal.
Menjadi bagian dari masyarkat milenial, abad 21 dan hidup menghadapi Revolusi industri 4.0 membuat kita harus cepat menyesuaikan diri dengan kemajuan Teknologi, system informasi dan komunikasi. Keberadaan budaya, pariwisata dan kearifan lokal hendaknya menjadi perhatian utama agar tidak tergerus oleh Teknologi. Keberadaa Rumah Belajar yang merupakan situs pembelajaran abad 21, akan membantu generasi Indonesia siap menyongsong dan menghadapi Revolusi industri 4.0 dan tetap mampu mempertahankan dan mencitai budaya, pariwisata dan kearifan local daerahnya. ( Frimus / Wans )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here