Drs .Supardi Anggota DPRD ,Ketua Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Sanggau -Kalbar.

Sanggau ,info+kalbar.com

Drs.Supardi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ,juga sebagai Ketua Praksi Partai Demokrat Kabupaten Sanggau – Kalimantan Barat ,diruang kerjanya 04/06/2020 kepada info-kalbar.com mempertanyakan pungsi dewan pengawas dan kinerja PDAM Pancur Aji Kabupaten Sanggau .

Dikarenakan menurut Drs.Supardi yang terkenal vokal dalam menyuarakan kepentingan masyarakat Kabupaten Sanggau ,mengatakan di lingkungan tempat tinggalnya di Bodok Kecamatan Parindu ,bahkan dekat dengan rumahnya ada beberapa meteran yang rusak sementara air mengalir jadi untuk mengukur debit air yang digunakan itu bagaimana ? Selain itu juga ada meteran jalan tetapi air nya tidak ada mengalir , bahkan pemasangan pipa air perlu jadi perhatian juga dikarenakan kwalitas serta galiannya dikerjakan asal saja .

Supardi juga sempat menghitung beberapa titik jaringan PDAM di lingkungan tempat tinggalnya ,dimana saat ini sedikitnya ada 9 meteran yang rusak.Jika alasannya belum ada yang baru ,menurutnya kenapa sampai harus bertahun – tahun dibiarkan rusak dan tidak ada penggantian ?

Bahkan ada lagi yang menjadi pertanyaannya yaitu pemasangan pipanisasi salah satu Perusahaan Korporasi yang cukup besar Pemasangan di los sekitar bulan November atau September waktu itu baru buka dan yang menjadi pertanyaan juga kenapa tidak ada tindak lanjutnya ? Pihaknya sudah melaporkan dengan Kepala Bagian ,Kepala Seksi intinya itu.

Drs. Supardi ,mengungkapkan Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) Pancur Aji yang merupakan Perumda Kab.Sanggau ,setiap tahun selalu Penyertaan modal-Penyertaan modal jadi kapan mandiri nya ?

Dewan pengawas itu apa fungsi nya ? tidak dilihat ini merupakan kebutuhan publik, kebutuhan air bersih dan orang banyak,

Bahkan Supardi mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap dewan pengawas yang sepertinya tidak bekerja dan hanya diam saja begitu juga terhadap mangemen pengelolaan PDAM ,yang sepertinya masih jauh panggang dari api .

Jangankan buka kran langsung bisa di minum sekarang saja airnya masih keruh .

Pihaknya berharap pengawas turun lapangan juga jangan hanya menerima laporan yang belum tentu sesuai dengan dilapangan atau pihak yang berkompeten turun cek juga dilapangan, yang rusak itu di perbaiki yang bermain ditindak. begitu saja kok repot”

Lebih lanjut menurut Pak Pardi panggilan akrabnya , 5 tahun atau 10 tahun kedepan PDAM ini benar – benarlah menjadi Perusahaan Daerah (Perumda) yang mandiri, agar gampang memberi kontribusi Penghasilan Asli Daerah (PAD) paling tidak bisa makan sendiri hidup sendiri menggaji karyawan sendiri cukup .

Bahan baku gratis ,kok hanya menyedot dari sungai Kapuas , kok ini rugi melulu, kapan untung nya” ungkapnya dengan kesal.

Mohon evaluasi semua jangan ada balas jasa mau jadi ini dan itu, jadi Direktur itu harus Profesional” Ungkap pardi.

( Zaenal / Wans info )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here