Sintang.info-kalbar.com

Ketua dewan perwakilan rakyat (DPRD) kabupaten Sintang Florensius Ronny sangat mengapresiasi tokoh ulama dan masyarakat ( terkait dengan pencegahan dan memutus mata rantai wabah covid-19 )

Ronny”sangat mendukung langkah para ulama dan tokoh masyarakat serta pemerintah daerah kabupaten Sintang untuk menggelar sholat Ied di rumah bagi daerah yang berada di zona merah penyebaran covid-19. sholat Ied adalah momen di saat idul Fitri, karena sudah sebulan lamanya umat muslim berpuasa. ujarnya”(kamis.21/5/2020).

Namun di saat seperti sekarang ini, kita sedang ada pandemi covid-19. seperti yang kita ketahui saat sekarang ini, penyebaran virus ini sangat cepat sekali dan sangat fatal bagi kesehatan khususnya bagi para lansia ujarnya”.

Jumlah yang terkonfirmasi positif Corona sudah ada 6 orang di kabupaten Sintang,dan jumlah orang reaktif rapid tes terhadap orang tanpa gejala (OTG) sudah mencapai 240 orang ujar Ronny”.

Dalam hal ini tentu menjadi pertimbangan yang sangat penting bagi kita semua untuk melakukan aktivitas keagamaan seperti sholat Ied di rumah saja bagi daerah yang masuk zona merah penyebaran covid-19 ini, dan mengurangi aktivitas berkelompok atau berkerumunan dalam jumlah banyak.tentu kita merayakan hari kemenangan bagi ummat muslim yang sudah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa ini dengan suka cita yang amat sangat dengan tidak mengesampingkan anjuran pemerintah ujarnya”.

Pada akhir pertemuan rapat Forkopimda bersama dengan ulama dan tokoh masyarakat, di sepakati mengenai tata tertib pelaksanaan hari raya lebaran (idul Fitri) dikabupaten Sintang tahun 2020.ada beberapa poin penting larangan sholat Ied di daerah zona merah, yaitu daerah yang ada masyarakatnya terkonfirmasi positif covid-19.kemudian orang tanpa gejala (OTG) dianjurkan sholat Ied di rumah ujarnya”

Untuk takbiran yang biasanya dilakukan dengan konvoi kendaraan di jalan, kali ini Pemda akan berkeliling di pertigaan Sungai Kapuas dengan menggunakan perahu wisata.

Bagi umat Muslim yang tetap ingin melaksanakan Sholat Ied, harus melakukan sejumlah protokol kesehatan yang diwajibkan oleh pemerintah.

‚ÄúSalat Ied juga dianjurkan untuk diadakan di mushola-mushola saja agar tidak terlalu ramai, para ulama juga sudah diminta untuk mempersiapkan kotbah idul fitri yang singkat saja agar tidak terlalu lama berkumpulnya.”

“Bagi yang tetap melaksanakan Salat Ied, harus melakukan pemeriksaan suhu tubuh, menyemprot sajadah gulung yang digunakan, juga menyiapkan tempat cuci tangan selain tempat wudhunya.”

“Serta pada saat salat dimohon untuk memperhatikan jarak satu sama lain. Protokol ini penting untuk menjaga keselamatan kita bersama,ujarnya”.

( Bambang / M.Tasya )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here