Sintang, info-kalbar.com

Forum Wartawan & LSM ( FW-LSM ) Kalbar, Bambang Iswanto Amd Koordinator Kabupaten Sintang ,belum lama ini melakukan investigasi ke lokasi Pembangunan Rumah Adat Betang Tampun Juah yang berada di Desa Jerora Satu.
Menurut data yang diperoleh pembangunan rumah adat Betang Juah sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp 11.530.000.000, menurutnya sangat tidak relevan dengan anggaran sebesar itu jika dilihat dengan fisik bangunan yang ada saat ini.

Bambang Iswanto Amd yang memimpin langsung investigasi ke lokasi tempat pembanguan rumah adat tersebut dikerjakan.

Kepada media mengatakan, Padahal akhir bulan Januari 2020 sudah dilakukan inspeksi oleh ketua komisi B DPRD Sintang dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang (Zulkarnain), saat itu mengatakan mudah-mudahan Kontraktor Pelaksana bisa menyelesaikan pekerjaannya ditahun ini karena sudah diberikan penambahan waktu 50 hari kerja.
Tetapi kenyataannya sampai sekarang ini masih belum selesai ?

Selain itu Bambang Iswanto juga mengatakan, Proses pembangunannya dilaksanakan empat tahap sejak tahun 2015, sampai dengan tahun 2020, progres pengerjaanya baru 90 persen.
pembangunan menggunakan dana APBD Kabupaten Sintang sebesar Rp 11,5 milliar dikucurkan dalam 4 tahap, tapi belum selesai proses pengerjaannya sampai saat ini.

Sementara Zaenuddin yang juga ikut serta ke lokasi Pembangunan Rumah Betang Tampun Juah Sintang, kepada media mengatakan, pihaknya berharap kepada Aparat Penegak Hukum yang ada di Kab.Sintang, untuk melakukan tindakan hukum, karena menurutnya ada dugaan penyimpangan yang tidak sesuai dengan kontrak kerja. Selain itu menurutnya Rumah Adat Betang Tampun Juah ini adalah aset kita bersama,nilai eksotis dan kultur budaya ada di dalamnya.

Saat ini, proses pembangunan sudah mencapai tahap 4 dengan Nilai kontrak yang digelontorkan mencapai Rp 2,4 miliar lebih menggunakan dana DAU APBD/2019.

(M.Tasya/Wans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here