Sambas ,infokalbar.com

Koordinator lembaga TINDAK INDONESIA ,Yayat Darmawi SE.MH kepada infokalbar.com mengatakan terkait masalah robohbya Pekerjaan Jembatan Senilai Rp. 4 Meliar Di Sambas ,sebelum digunakan.

Menurut Yayat Darmawi SE.MH ,pihaknya menerima informasi secara langsung yang di sampaikan dari beberapa sumber tentang robohnya jembatan di Kecamatan Tebas kabupaten Sambas sebelum digunakan.

Proyek Pekerjaan Jembatan tersebut menggunakan APBD murni Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2019 senilai kurang lebih Rp.4 miliar dan pelaksanaan pekerjaannya dilaksanakan pada tahun 2019 ,dengan progres fisik pekerjaa diperkirakan sudah mencapai 90 % .

Namun sungguh sangat disesalkan banyak pihak ,seperti disampai salah seorang sumber bernama Lukman bahwa kualitas material banyak yang dikurangi ,terutama volume pondasinya salah satu contoh katanya semestinya cerucuk yang harus masuk sedalam 27 meter namun digunakan hanya 9 meter.

Kemudian ada sumber yang menginformasikan bahwa proyek ini milik salah seorang oknum anggota Dewan Provinsi Kalimantan Barat yang indikasinya di take overkan, oleh karena itu Koordinator Lembaga TINDAK INDONESIA Yayat Darmawi meminta keseriusan dari Kejaksaan Tinggi untuk mengusut tuntas kejadian ini karena sudah jelas indikator persoalannya di sebabkan oleh faktor pengurangan kualitas yang tidak sesuai dengan gambar kerja dan Spekasi .

Yayat berharap adanya tindakan tegas dalam rangka pemberantasan korupsi apalagi sudah jelas adanya unsur Perbuatan Melawan Hukum nya.

Mengingat perbuatan jahat dan curang yang seperti ini sangat sangat banyak dan sering dilakukan dikegiatan proyek jembatan dan dermaga secara umum di Kalimantan Barat,

Tetapi secara khusus yang sering terjadi proyek roboh di kabupaten sambas maka janganlah ada lagi ekploitasi kasus proyek di Kabupaten Sambas, termasuk kasus proyek Dermaga Sambas yang mengurangi Tiang Pancang sampai saat ini tidak di proses secara hukum.

( Yayat / Wans )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here