Sanggau ,infokalbar.com

SANGGAU – Hari Anti Korupsi Internasional diperingati setiap tanggal 9 Desember. Peringatan ini dimulai setelah Konvensi PBB Melawan Korupsi yang disepakati antar Negara pada tanggal 31 Oktober 2003. Melalui resolusi tersebut, selanjutnya PBB menetapkan tanggal 9 Desember sebagai Hari Anti Korupsi Internasional.Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Sanggau di Entikong menyelenggarakan kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) tahun 2019. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh instansi yang ada di Entikong, pelajar SMP dan SMA di Kecamatan Entikong dan Kecamatan Sekayam, serta seluruh lapisan masyarakat di dua daerah tersebut dengan jarak sepanjang 5 km dimulai dari PLBN Entikong dan finish di Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Sanggau di Entikong.”Tentunya acara ini diharapkan dapat menjadi momentum pengingat bagi masyarakat dan instansi pemerintah dalam melanjutkan dan meningkatkan semangat pemberantasan korupsi serta memberikan penyegaran kembali bahwa upaya penindakan dan pencegahan korupsi harus menjadi usaha bersama baik dalam lembaga pemerintah dan masyarakat luas, sebagaimana keinginan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya di hari anti korupsi tahun lalu,” kata Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Sanggau di Entikong, Akwan Annas usai mengikuti jalan sehat HAKI, Sabtu (7/12).Akwan menyebut, kegiatan jalan sehat ini sengaja diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi tahun 2019 dan dilaksanakan terbuka untuk umum. Dalam acara tahun ini Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Sanggau di Entikong juga akan membagikan Doorprize.“Mari kita wujudkan Perbatasan yang bersih dan bebas dari korupsi, hidup sehat hidup tanpa korupsi” ajaknya.Pada kesempatan itu, Akwan juga menyinggung amanat Jaksa Agung Pada Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2019 dengan tema “Bersama Melawan Korupsi, Mewujudkan Indonesia Maju” yang mana dalam amanat tersebut, Jaksa Agung Republik Indonesia menginginkan seluruh warga Adhyaksa melakukan introspeksi dan melakukan evaluasi guna mendorong perbaikan kualitas kerja, dan dalam hal penanggulangan korupsi ini tidak hanya semata-mata diperlukan langkah-langkah pemberantasan yang bersifat sinergis, komplementer, terintegrasi, dan proporsional, namun orientasi penanggulangannya juga harus dapat memberikan solusi yang memberikan manfaat bagi perbaikan sistem khususnya dalam upaya mewujudkan pemberantasan korupsi yang dapat memenuhi ekspektasi terciptanya “Indonesia Maju” yang bersih dan bebas dari korupsi.”Korupsi merupakan musuh bersama. Oleh karenanya agenda pemberantasan korupsi harus merepresentasikan upaya yang melibatkan partisipasi semua komponen bangsa. Terlebih aparatur Kejaksaan sebagai garda terdepan yang memiliki peran penting dan vital dalam penegakan hukum, maka sudah sepatutnya kita mendorong dan menggerakkan setiap warga masyarakat dan komponen lainnya untuk menjadi bagian dari gerakan moral dalam memerangi korupsi di level mana pun,”

( Libertus / Wans )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here