Sukabumi ,infokalbar.com

-Kepala Sekolah SMK Pasundan,Kota Sukabumi, sangat menyesalkan anak didiknya terlibat tawuran pelajar yang terjadi pada 14 Februari lalu. Pasalnya pelajar yang saat ini sudah ditetapkan statusnya sebagai tersangka merupakan siswa kelas tiga yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) dalam waktu dekat ini.

“Saya sangat menyayangkan hal ini,karena dari pihak kita yang terlibat tawuran merupakan siswa kelas tiga yang akan mengahadapi UN pada tanggal 25-28 Maret mendatang,”hal itu diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMK Pasundan Kota Sukabumi, Mahmud Yunus,dalam konferensi pers.

Mahmud mengatakan,pihaknya akan meminta ijin kepada pihak kepolisian untuk meminjam siswanya agar bisa mengikuti kegiatan UN yang akan dilakukan disekolah.”kami akan meminjamnya selama dua jam dalam pada masa Ujian Nasional (UN) nanti,karena ujianya berbasis komputer jadi ujiannya harus dilaksanakan di sekolah,”katanya

Mahmud mengungkapkan atas kejadian tersebut pihak sekolah sangat merasa tercoreng, terlebih menurut penyelidikan pihak kepolisian,aksi tersebut merupakan hal yang sudah direncanakan atau ada itikad untuk melakukan tawuran, terbukti dengan ditemukannya beberapa senjata tajam berbagai jenis.

“Oleh karena itu kami akan melakukan rapat dengan dewan guru terkait sangsi yang akan diberikan, karena sudah melanggar poin ke 80 dari 100 poin peraturan sekolah, jika hasilnya diputuskan agar dikeluarkan dari sekolah maka siswa tersebut akan di keluarkan,”ungkapnya

Untuk mencegah hal tersebut terulang kembali SMK Pasundan sudah membentuk satgas yang termasuk dalam cakupan wilayah Polsek dan Polres Sukabumi Kota dengan pelindung dari Walikota dan Kapolres.

“Saat ini kami masih menunggu persetujuan,dan mudah-mudahan bisa segera direalisasikan karena berdasarkan penilaian kami hal itu cukup efisien dalam mencegah terjadinya tawuran, mudah-mudahan ini bisa menjadi yang terakhir kalinya,

( Ois / Wans )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here