Pontianak ,infokalbar.

Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Suib, SE menilai permasalahan daun kratom menjadi kebutuhan dasar dan menyangkut terkait ribuan orang.

“Pihak BNN sudah memutuskan bahwa daun kratom sudah mengandung narkotika jenis baru, tumbuhan kratom yang dinyatakan berbahaya untuk kesehatan karna di duga mengandung bahan narkoba , cuman saya masih menunggu hasil uji lab dari pihak BNN.” ujar . Pontianak, Sabtu (30/11/2019)‎.

Suib Legislator Hanura ini berharap agar ‎pihak akademis harus turun tangan, karena menurutnya hal ini berkaitan dengan orang banyak.

“‎Daun kratom ini sudah menjadi pendapatan sehari – hari masyarakat, oleh karena itu BNN jangan langsung mengeksekusi bahwa ini narkotika akan tetapi diuji dulu di lab, jika hasil lab yang dilakukan hanya ‎pihak BNN saja hasilnya kurang memuaskan, untuk itu dirinya berpendapat agar pihak masyarakat khususnya petani kratom juga ikut dilibatkan .

“‎Ini juga menjadi perhatian dilintas komisi kita, dan hal ini pun akan kita coba pantau terus sampai dimana perkembangannya , kita akan coba diskusi dengan BNN, pemerintahan dan juga petani untuk mencari solusinya “.

( yuni )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here