Pontianak ,info-kalbar.com

Proyek pembangunan Jaringan pipanisasi untuk pengembangan sistem penyediaan air minum, Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kubu Raya yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat yang dipasang di dalam parit dipertanyakan oleh Sarmiji aktivis Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia.

“Saya melihat pipa berwarna hitam dipasang di dalam parit di Jl Adisucipto, Kecamatan Sungai Raya, Desa Parit Baru, Kabupaten Kubu Raya.

Pemasangan pipanisasi tersebut dari booster pengolahan air PDAM di dekat pabrik karet menuju ke arah kota Pontianak.

Diduga tidak sesuai dengan kontrak kerja ,karena menurutnya baru kali ini lihat proyek pipanisasi dipasang di Parit,”ucap Sarmaji Aktivis LPPN-Ri Provinsi Kalbar Senin,(15/04/2019).

Mega proyek pemasangan jaringan pipanisasi ini menurut informasi jumlah pagu dananya mencapai puluhan miliar, sumber anggaran dari kementerian Tahun 2018 yang dilaksanakan di kota Pontianak dan kubu raya.

Tentu dengan anggaran yang cukup besar ini Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat PUPR Provinsi Kalimantan Barat harus transparan mengelola keuangan dan anggarannya.karena uang yang dikelola oleh Dinas PUPR uang negara dari hasil masyarakat membayar pajak.

“Saya meminta kepada Kejaksaan tinggi Kalimantan Barat dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar melakukan penyelidikan dan pemeriksaan proyek pengadaan dan pemasangan sambungan jaringan pipa yang dilaksanakan di kota Pontianak dan kubu raya,”ujarnya.

Terpisah, hingga berita ini ditulis Satker pelaksanaan proyek pemasangan jaringan pipa di kota Pontianak dan kubu raya belum bisa dikonfirmasi.

Ketika dikonfirmasi ke no WhatsApp nya ,sampai saat ini belum dibalas. ( Ndri / Wans )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here