Sanggau ,info-kalbar.com

Usaha ritail seperti Indo Mart dan Alfa Mart saat ini keberadaannya kian menjamur dari kota Kabupaten hingga ke Kecamatan-Kecamatan yang ada di Kabupaten Sanggau.

Hal ini menimbulkan pertanyaan banyak pihak , mengenai rekomendasi serta izin yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Sanggau.

Menurut Yayat Darmawi SE.MH ,keberadaan usaha Riteil seperti Alfa Mart Dan Indo Mart di Kabupaten Sanggau ,patut diduga kuat mengenai lokasi keberadaannya telah melanggar ketentuan dan peraturan daerah sebagaimana yang sudah diatur dalam Perda no.2 Tahun 2017.

Karena Keberadaannya lokasi diantaranya ada yang sangat berdekatan dengan sejumlah pasar tradisional ,bahkan bisa dibilang berhadap hadapan ,hal ini bukan saja melanggar tapi keberadaan nya dikhawatirkan akan mematikan usaha pedagang tradisional yang ada di Kabupaten Sanggau .

Sejingga hal ini menjadikan pertanyaan besar ,jadi sepertinya Perda No.2 Tahun 2017 ,telah dilanggar oleh oknum OPD ( Organisasi Perangkat Daerah ) yang telah memberikan rekomendasi atau bahkan oknum pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Sanggau yang sudah mengeluarkan izin untuk usaha Riteil tersebut.

Sehingga pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten Sanggau ,untuk meninjau kembali atau aparat penegak hukum yang ada untuk segera bertindak.

Hal ini disampaikan Koordinator Lembaga Tindak Indonesia Yayat Darmawi SE.MH kepada Info-kalbar.com belum lama ini saat berkunjung ke Kabupaten Sanggau.

Sementara salah seorang warga Kabupaten Sanggau bernama Reza perdana kepada info-kalbar.com mengatakan , sebagai salah satu pemilik bangunan ruko yang ijinnya ditolak oleh Pemkab Sanggau melalui salah satu instansi terkait yang tidak mengijinkan bangunannya untuk dibuat sebagai salah satu mini market

Menurutnya “ijin rekomedasi nya ditolak dengan surat penolakan dari salah satu instansi karena melanggar Perda dengan alasan jarak ruko berdekatan dengan ruko yang lainnya ,” kata Reza.

Berarti pemberi rekomendasi pilih kasih dalam penerbitan rekpmendasi ijin pendirian .

Buktinya banyak mini market yang jaraknya berdekatan tetapi rekomendasi nya di terbitkan.” Kok mereka diberi ijin tapi punya saya tidak,”kata Reza,

Ditambahkan reza kalaupun memang tidak boleh yang lain pun harus dilarang juga dan ditutup kok hanya tempat saya saja yang dilarang.

Bahkan Reza menantang “mari kita cek sama-sama kelapangan berdasarkan perda yang ada, rata rata melanggar, janggan jangan menurutnya ada permainan di sini,” ungkap Reza.

Bahkan Reza juga menyesalkan jawaban dari salah satu oknum pejabat di instansi terkait yang mengatakan bahwa ijin yang lain yang jaraknya berdekatan karena tidak adanya komplain.

Reza menandaskan “Kalau Perda ada atau tidak ada yang komplain tetap harus dijalankanlah, dan ini akan saya laporkan kepihak aparat penegak hukum mengenai pelangaran pemberian ijin oleh instansi terkait yang melawan Perda atau tidak sesuai dengan ketentuan dan peraturan pemerintah Kabupaten Sanggau ,sebagaimana Perda no,2 Tahun 2017.

Sementara para pihak yang diduga terlibat dalam memberikan surat rekomendasi bahkan OPD ( Organisasi Perangkat Daerah ) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sanggau yang di duga telah menerbitkan izin ,sampai berita ini di Publis belum dapat diminta keterangan dan komfirmasinya.

( Wans infokalbar ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here