Bengkayang ,info-kalbar.com

Masyarakat Petani Nelayan yang berada di Pulau Kabung, belum lama ini terkena bencana badai dan gelombang ,yang mengakibatkan adanya kerugian dimana Bagan milik masyarakat petani hancur di terpa badai dan gelombang.

Menurut keterangan Bey salah seorang warga masyarakat Pulau kabung saat ditemui Infokalbar mengatakan ,
akibat kejadian badai dan gelombang pada akhir bulan Oktober 2020 ,sedikitnya masyarakat nelayan yang berada di Pulau Kabung mengalami kerugian lebih dari 3 miliyar rupiah.

Dikarenakan sedikitnya ada seratus Bagan disekililing pulau tumbang di hantam badai dan gelombang, tak ada yang bisa diselamatkan hanya berharap serpihan puing-puing bagan yang menepi untuk dapat dipergunakan kembali.

Bagan adalah tempat nelayan untuk mencari ikan, terutama ikan teri yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, Pulau Kabung adalah salah satu pulau penghasil ikan teri terbanyak di kawasan pesisir Kalimantan Barat, tidaklah berlebihan jika mendapat julukan Pulau seribu bagan, karena mayoritas penduduk di Pulau Kabung adalah pemilik bagan.

Selain itu menurut Bey untuk membuat satu bagan diperlukan modal yang tidak kecil yaitu sekitar 30 juta rupiah, berbagai cara ditempuh para nelayan untuk membuatnya, karena sangat menjanjikan, namun memiliki resiko yang tegak lurus sebanding dengan modal yang dikeluarkan, jika tidak beruntung bagan yang baru didirikan akan hancur disapu badai dan gelombang, jika beruntung dalam waktu singkat akan segera balik modal dan mendapat keuntungan yang besar. Ini lah kondisi nyata para penduduk nelayan di pulau maka tak heran banyak cukong-cukong pemilik modal berinvestasi disini, sayangnya mayoritas akan melakukan praktek ijon.

Menghindari adanya ijon yang pada akhirnya akan merugikan Masyarakat Nelayan .

Masyarakat sangat berharap sekali kepada pemerintah daerah ,Provinsi ataupun pemerintah pusat dapat memberikan bantuan kepada masyarakat nelayan yang berada di Pulau Kabung ,Bengkayang ,harapnya mengakhiri.

( Behe )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here