Photo Roby ,menunjukan surat tilang saat operasi Zebra yang dilakukan Satlantas Res Sanggau

SANGGAU – info-kalbar.com

Terhitung30Oktober Sampai 12 November 2018 Polda seluruh Indonesia menggelar Operasi Zebra. Namun, operasi tersebut dinilai minim sosialisasi. Robi, salah seorang pengendara mempertanyakan kapan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sanggau melakukan sosialiasi.

“Saya tidak pernah dengar mereka (Polisi) sosialiasi, mestinya sebelum operasi ada spanduk, atau plang yang menjelaskan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Robi kepada wartawan, Rabu (31/10/2018).

Robi mengaku kaget saat ini dirinya ditilang karena kesalahan yang belum pernah disosialisasikan.

“Saya sangat mendukung operasi zebra ini, tapi sosialisasikan dulu, saya akui salah karena tidak menggunakan sefti bell, biasanya di kota ini memang jarang yang makai sefti bell, truck-truck dan mobil yang sudah lama yang tak ada sefti bell dari pabrikannya pun ditilang,” kesal Robi.Robi berharap, untuk tahap awal mestinya Polisi memberikan peringatan, bukan langsung ditindak.

“Kalau setelah diperingati masih melakukan pelanggaran silakan ditilang, itu wajar, tapi inikan langsung ditindak,” pungkasnya.
“Ini saran saya sebagai masyarakat, tapi yang jelas saya sangat mendukung operasi zebra ini, tapi sekali lagi sosialisasikan dulu sebelum ditindak,” pungkasnya.Terpisah, Kasat Lantas Polres Sanggau. AKP. Refandry Meidika Putra mempersilakan masyarakat komplain terhadap operasi yang dilakukan petugas, namun Ia meminta komplain yang dilakukan masyarakat harus berdasar. Kasat bahkan menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi jauh – jauh hari.

“Himbauan kita di spanduk sudah ada, di sosial media juga ada. Kami sudah dari dua minggu yang lalu mensosialisasikan operasi zebra ini dan spanduk sudah dipasang dari seminggu yang lalu. Himbauan pagi-pagi juga sudah sering,” jelasnya. (Wans /indra).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here