SANGGAU, info-kalbar.com

Setelah sebelumnya Kepolisian resort Sanggau sempat gamang mengumumkan siapa yang paling bertanggung jawab terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melibatkan dua perusahaan besar yakni PT Surya Agro Palma (SAP) dan PT Sepanjang Inti Surya Usaha (SISU) karena belum selesainya pemeriksaan, kini Kapolres Sanggau AKBP. Raymond M Masengi secara tegas dan meyakinkan mengumumkan dua tersangka yang paling bertanggungjawab terhadap kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polres Sanggau tersebut.
“Tersangkanya masing – masing corporasi (PT. SISU dan PT. SAP) sudah ada. Yang sudah ditetapkan tersangka adalah pimpinan perusahaan atau manager yang ada di dua perusahaan tersebut,” ujar Kapolres saat menggelar presse release kinerja akhir tahun di tribun promoter Polres Sanggau, Kamis (31/12).

Kapolres mengakui, situasi Covid-19 yang saat ini dialami seluruh wilayah di tanah air termasuk Kabupaten Sanggau sempat mengganggu proses penyidikan sehingga petunjuk yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada pihak penyidik Polres Sanggau akan segera dilengkapi.
“Namun ada beberapa saksi yang kami periksa berada di luar Kalbar sehingga kami mengalami kesulitan. Tapi saat ini kasus tersebut sudah tahap satu dan saya pastikan kasus ini tetap berjalan tinggal menunggu proses lebih lanjut,” pungkas Kapolres.

Kapolres menyebut, kasus Karhutla tahun 2020 tidak ada. Hal itu disebabkan kondisi alam yang cukup bersahabat di tahun 2020 dengan kondisi kemarau basah sehingga kebakaran – kebakaran yang ada tidak signifikan.
“Kita juga sudah ada terobosan hukum dimana penyelesain perkara karhutla khususnya yang ada itu kita selesaikan melalui peraturan Bupati dan ini sudah berjalan dengan baik dan dapat diterima semua pihak. Kami dari aparat penegak hukum sangat terbantu dengan adanya peraturan Bupati tersebut dalam penanganan Karhutla,” ungkapnya.

Sementara itu, Senior Estate Manager (SEM) PT. SISU, Usman Purba ketika di konfirmasi info-kalbar.com via WhatApps, Kamis (31/12) sore meminta kepada wartawan untuk berkoordinasi dengan kuasa hukum yang telah di tunjuk.
“Ke Pak Sulis saja pak. Kemaren kan terakhir beliau yang mengikuti keterangan saksi. Saya baru pak, jadi kurang tahu kronologisnya pak,” jawab Usman Purba singkat.

Sementara itu, penasehat hukum PT. SISU, Sulistiono dikonfirmasi via WhatApps, Kamis (31/12) sore belum bisa memberikan tanggapan terkait ditetapkannya pimpinan PT. SISU sebagai tersangka.
“Saya lagi libur. Tanggal 4 Januari baru masuk, baru bisa tanya kantor hal ini. Dan baru bisa saya infokan.,” jawabnya juga singkat.

(Ab.In/M.Tasya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here