Sambas ,info-kalbar.com

Belum lama ini Investigator Lembaga TINDAK INDONESIA Faisal dan Ibrahim Kepada info-kalbat.com mengatakan ,pihaknya telah melakukan investigasi ke Sarang Burung Danau Kecamatan Jawai dengan maksud untuk menelusuri kebenaran dari informasi tentang excavator milik Dinas Pertanian dan Hortikultura yang di gunakan untuk kepentingan Proyek Normalisasi Sungai ( BWS ) yang di sampaikan oleh anggota poktan jawai tersebut.

Menurutnya Dari Hasil investigasi empiris yang dilakukan oleh Faisal dan Ibrahim terkait informasi tentang excavator milik Dinas Pertanian dan Hortikultura digunakan untuk kepentingan yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan kelompok tani benar terjadi di lima titik.

Dalam hal ini Lembaga TINDAK INDONESIA secara formal telah menyurati Dinas Pertanian dan Hortikultura dengan maksud meminta penjelasan tentang status excavator yang kegunaan dan peruntukannya menyimpang serta mempertanyakan tentang hasil penyewaannya yang diambil secara pribadi.

Sesuai dengan klausul aturan yang di keluarkan oleh pihak Dinas Pertanian dan Hortikultura ada menyebutkan tidak di perbolehkannya excavator milik Dinas Pertanian dan Hortikultura di gunakan untuk kepentingan diluar kepentingan Poktan, namun kenyataannya excavator milik Dinas Pertanian dan Hortikultura yang berada di sarang burung danau kecamatan jawai di pakai dan disewakan kepada kegiatan proyek Normalisasi sungai (BWS).

Bahkan Yayat Darmawi SE MH Koordinator Tindak Indonesia , meminta pihak Gubernur sebagai penguasa untuk melakukan penindakan secara internal karena telah terjadinya penyimpangan secara sengaja , dan pihak otoritas penegak hukum tipikor ( Krimsus Tipikor dan Pidsus ) untuk melakukan pendalaman yuridis secara serius terkait uang sewa menyewa nya.

( Wans )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here