Info-kalbar.com
Kalimantan Barat
Proyek embung serantangan kota Singkawang yang dibangun dengan dua tahun anggaran menggunakan APBN dari Kementerian PU setelah di croos chek kembali oleh Faisal SH investigator lembaga TINDAK ( Tim Investigasi dan Analisis Korupsi) Indonesia, hasilnya ternyata APBDN yang digunakan hampir 60 miliar untuk membuat embung serantangan kota Singkawang tidak berguna atau berfungsi dan tidak bermanfaat sama sekali.

Sejak awal pembangunan proyek embung serantangan kota Singkawang Lembaga TINDAK Indonesia sudah meminta pihak KEJATI KALBAR untuk menguji secara yuridis terkait perencanaan proyek embung serantangan ini, mengingat ada tendensi ganjil yang terlihat oleh Lembaga TINDAK sampai terealisasi nya proyek ini.
Ternyata sampai saat ini Wujud dari proyek embung serantangan kota Singkawang tersebut tidak dapat digunakan dan malah keadaan fisiknya sudah rusak dengan ketidak wajaran, berarti dugaan kuat bahwa tendensi korupsi telah terjadi, demikian menurut Faisal.
Dalam hal ini koordinator Lembaga TINDAK Indonesia Yayat Darmawi SE MH membenarkan input hasil yang disampaikan oleh investigator nya terkait hasil investigasi empirisnya ke lokasi ( locusnya ),menurutnya bahwa proyek embung serantangan kota Singkawang sejak awal sudah tidak layak dan tidak dapat direalisasikan mengingat arealnya adalah bekas penambangan galian emas dan tidak ada sumber air disitu, sehingga sejak awal juga perencanaan proyek tersebut gagal dan tidak dapat dilaksanakan namun yang mengherankan lembaga TINDAK justru proyek tersebut terealisasi, berarti ada  kolaborasi kejahatan diproyek tersebut.
Permintaan koordinator Lembaga TINDAK Indonesia terkait proyek tidak layak embung serantangan kota Singkawang tersebut yang menggunakan APBN mendekati 60 miliar lewat KEJATI KALBAR dan KPK – RI untuk di kasuistis kan dengan segera. ( Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here