Sintang .infokalbar.com

Dari hasil pantauan Tim TINDAK INDONESIA dilapangan,saat melintasi Jembatan Desa Nanga pari di kecamatan Sepauk.

Tampak sudah sangat memprihatinkan, jembatan yang dibangun 4 tahun yang lalu menggunakan anggaran Bantuan Sosia sudah rusak parah dan tidak layak digunakan lagi.

Jembatan ini, dulunya dibangun bersifat sementara sebelum di bangun jembatan beton, karena kayu log yang digunakan juga kekuatannya maksimal paling lama hanya tahan sampai kurang lebih 5 tahun, hal ini di ungkapkan oleh korwil TINDAK INDONESIA Kabupaten Sintang Bambang Iswanto Amd pada media .

Menurutnya, Jembatan yang sudah terealisasi hanya jembatan Dusun Tuntun Palah, dan sudah di bangun jembatan beton .

Sedangkan Jembatan Nanga Pare masih belum , Padahal ini merupakan Akses tama menuju Desa Temawang Bulai.

Hal tersebut akan mempengaruhi semua aspek seperti pendidikan, perekonomian dan kesehatan akan terhambat ujar” bambang pada media.Jika jembatan ini roboh maka semua akses akan tertutup dan menghambat Perekonomian, pendidikan, kesehatan dll.

contohnya saja Dari sektor ekonomi, harga barang menjadi akan mahal karena penambahan biaya untuk penyeberangan barang-barang kedesa desa.Tim TINDAK meminta agar ada perhatian dari Pemda Sintang dan Dinas PU .

Terkait jembatan didesa nanga pare di kecamatan sepauk kabupaten sintang, mengingat Kondisi jembatan yang sangat parah dan memprihatinkan.

Beberapa kayu sudah patah dan hanya satu besi sebagai penahan.

Menurutnya Jika Ini di biarkan terlalu lama, maka bisa mencelakai masyarakat yang melewatinya, dan sebelum memakan korban,maka kami dari lembaga TINDAK INDONESIA meminta pemerintah Kabupaten Sintang untuk bisa mengatasi permasalahan ini.

Apalagi Saat ini memasuki musim penghujan yang pastinya akan membuat kultur tanah tidak kuat dan labil, sehingga akan membuat tanah terutama pondasi jembatan bisa longsor.

( Wans/Tim ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here