Sekadau ,info-kalbar.com

Hasil investigasi empiris dari investigator Lembaga TINDAK kabupaten Sintang dan Sekadau Denny Martin meminta keseriusan dari pihak Kejari kabupaten sekadau terutama Pidsus Kejari terkait dengan robohnya Bangunan Proyek APBD dinas kesehatan kabupaten sekadau tahun 2017 Puskesmas kecamatan Blitang kabupaten Sekadau yang menelan biaya 2 miliar lebih.

Dari konfirmasi yang dilakukan oleh Denny dengan pihak kejari bahwa didapat informasi bahwa bangunan tersebut baru 2 hari setelah di periksa oleh TP4D ternyata beritanya Roboh dengan alasan telah terjadinya perubahan iklim alam.

Pembangunan proyek tersebut dikerjakan atau dilaksanakan oleh pelaksananya bernama julianto yang sampai saat ini menghilang, dalam hal ini investigator lembaga TINDAK juga akan konfirmasi dengan pihak pelaksana pembangunan proyek tersebut mempertanyakan serta mencari keberadaan pelaksana proyek tersebut namun sampai saat ini tidak mendapatkannya karena banyak pihak yang sengaja menyembunyikannya.

Dalam hal ini koordinator Tim Investigasi dan Analisis Korupsi Indonesia membenarkan adanya pembangunan puskesmas di Blitang kabupaten sekadau roboh setelah 2 hari diperiksa oleh Tim, namun sungguh sangat disayangkan masalah tersebut tidak dikasuskan oleh pihak kejaksaan, malah asumsinya masih dapat diperbaiki oleh pelaksana, dari perspektive yuridis terkait masalah tehnis semestinya secara otomatis dengan robohnya bangunan proyek berarti ada yang tidak beres dari pembangunan tersebut, koordinator Lembaga TINDAK Indonesia Yayat Darmawi,SE,MH meminta kejari kabupaten sekadau serius dalam melakukan pemberantasan korupsi agar efek jera bagi pelaku yang akan melakukan perbuatan korupsi dapat diminimalisir sejak dini. ( Wans info )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here