11 Milyar lebih Proyek Jalan Sambas Baru Dikerjakan Sudah Retak dan Rusak.

Sambas ,info-kalbar.com

Sambas: Proyek peningkatan jalan Tebas – Jawai – Sentebang – Tanah Hitam, yg terletak antara Desa Arung Parak – Jalan Kalimantan ,Kecamatan Tangaran – Paloh Kabupaten Sambas, Peningkatan Struktur Jalan Arungparak – Kalimantan dengan anggaran biaya sebesar Rp 11,581,428,000,00 (sebelas miliar lima ratus delapan puluh satu juta empat ratus dua puluh delapan ribu rupiah) sumber dana APBD ( Anggaran Pendaptan Belanja Daerah ) Provinsi Kalimantan Barat ,Tahun Anggaran 2019 ,Diduga kuat telah menyimpang dan tidak sesuai dengan kontrak kerja dalam pelaksanaan pekerjaannya.

Hal ini disampaikan Rudi Kurniawan ,kepada infokalbar belum lama ini ,menurutnya adapun sebagai kontraktor pelaksana dikerjakan oleh PT BATU ALAM BERKAH – PT TRI TUNGGAL REKAYASA PERSADA .

Selain itu Rudi Kurniawan ,selaku Time Investigasi laangan kepada infokalbar mengatakan ,Pada beberapa bagian peningkatan jalan tersebut retak retak dan pecah padahal belum lama dikerjakan ,hal ini patut di duga kontraktor pelaksana pekerjaan dalam melaksanakan pekerjaannya tidak sesuai dengan Spesifikasi dalam kontrak kerja akibat minimnya pengawsan dari Dinas Pekerjaan PUPR Provinsi Kalimantan Barat .

Sehingga menimbulkan pertanyaan banyak pihak ,ada apa ? Bahkan sampai saat ini walaupun banyak proyek infrastruktur yang diduga bermasalah dan menyimpang di Kabupaten Sambas ,tapi tidak pernah tersentuh oleh hukum bahkan aman aman saja ungkapnya.

Adanya informasi dan keterangan dari masyarakat setempat terhadap laporan tersebut tentang pengerjaan yang Retak-retak dan Rusak tim investigasi terjun langsung kelokasi proyek jalan tersebut untuk mencari kebenarannya, ternyata memang ada beberapa bagian yg retak retak dan pecah-pecah pada saat pengerjaan peningkatan jalan tersebut.

Salah seorang pengawas proyek jalan tersebut bernama Iwan , saat di konfirmasi infokalbar ,seolah tidak peduli dan tidak menghiraukan bahkan seperti menantang walaupun tidak dapat membantah adanya beberapa bagian pekerjaannya yang retak, pecah pada beberapa bagian badan jalan .

Bahkan saat diminta keterangan pengecoran tidak memakai pondasi besi hanya di potong ukuran pendek ,Iwan tidak menjawab bahkan bersipat masa bodoh.

Hal ini mungkin karena selama ini sebgai kontraktor pelaksana merasa aman aman saja dan tidak pernah tersntuh oleh hukum.

Rudi Kurniawan ,mengharapkan peran dari aparat penegak hukum yang ada di KalimantanBarat ,untuk dapat memberikan gebrakan ,sehingga tidak dianggap sebagai macan ompong oleh masyarakat terutama di Kabupaten Sambas .

( Wans ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here