Sanggau ,info-Kalbar.com
Lassarus urant (35) warga RT 07 Dusun meramun Desa Janjang bersama-sama dengan perangkat Desa lainya bergabung dengan pengurus adat Desa Mandong melakukan ritual adat pamabang (pagar lahan) di lokasi plasma di lahannya, Laut Sapurata ,SE , 200 m dari pabrik PKS milik PT. APS Jumat 27/11 pukul 10.00 WIB.

Menurut Lassarus, gerakan masyarakat ini dilakukan agar perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Agro Palindo Sakti (APS) segera merespon keinginan masyarakat dalam hal penyelesaian plasma , Karena sejak tahun 2006 masa awal penyerahan lahan plasma di Desa Janjang hingga kini belum di konversi.

Menurutnya, 48 bulan setelah masa tanam harusnya lahan sudah dibagi atau di konversi ,
pihaknya kecewa dengan perusahaan karena tidak menghargai keariban lokal. PT. APS seenaknya mendenda masyarakat tanpa melibatkan pengurus adat dan perangkat desa. Terlebih mengenai kasus penahanan mobil dan sepeda motor siamat yang sudah 3 bulan lebih dititipkan perusahaan di Polres dengan status yg tidak jelas , Lassarus meminta pihak PT. APS, segera menentukan sikap.

Laut Sapurata, SE sebagai penanggung jawab kegiatan pemagaran lahan menambahkan, pihaknya akan melakukan pemagaran jalan dan kantor jika perusahaan tidak menyelesaikan tuntutanya dalam waktu 10 hari.

( Yuni/M.tasya )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here